Minggu, 03 Februari 2008

Jendela

Jendela

Angin malam membelai lembut
Rambut panjangnya
Keresahan orang-orang tak berjiwa

Kucanda habis waktu
Tanpa sengaja lihat engkau
Tertawa renyah nan manis
Menambah keelokanmu
Ku pandangi tak terhenti

Smakin lama……
Smakin ingin……

Lambat laun,
Detil-detil wajahmu
Senyummu,hidungmu
Matamu, rambutmu
Hingga lesung pipimu
Terpatri di hatiku

Satu kata tersirat dalam benak
Siapa namamu
Kau toleh ke arahku
Aku palingkan muka
Sesekali lirikkan mata

Dari balik jendela terali kelasku

Bukan sajak indah nan memukau
Bukan pula melodi romantis nan merdu
Apalagi surat cinta
Dengan sejuta rayuan gombal

Ini hanyalah secarik coretan tak indah
Dari seorang hamba tak berseni
Yang ungkapkan isi hati

Di malam saat dia teringat
sesosok puan
Penggores luka namun
Pula menghapusnya dengan rasa

Semoga dia dapat mengerti perasaan
Hamba itu dalam kepedihannya…..

Kepedihan suci tak abadi
Mungkin tuk menunggu
Jendela-jendela lain
Yang mengetuk hatinya

diposting oleh Arief_Hape @ 05.11  

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda